My Memory In Your Eyes Chapter 12 END

Chapter 12

cover

                Matahari mulai lelah menampakkan sinarnya, dalam sekejap melukiskan warna keemasan dilangit dan segera kembali keperaduannya.Beberapa orang berbaju formal berdiri dengan wajah sendu bahkan ada yang menangis. Tetesan-tetesan air mata pun terus menghujani tanah yang masih basah itu. Silih berganti Mereka memberikan penghormatan terakhir mereka lalu segera melangkah menjauh bersama tenggelamnya matahari. “Omma ayo pulang. Appa sudah tenang disana” Bujuk Leeteuk pada Mrs.Choi yang masih memeluk erat batu nisan suaminya. Yoona,Taeyeon,Mr.Im, Siwon pun tak berdaya, tak mampu menghentikan cairan bening yang terus mengalir dari mata mereka masing-masing. “Mianhae…” Ucap Mr.Im tiba-tiba sambil berlutut didepan makam Mr.Choi. Yoona hanya menangis terdiam dan tak mampu berbuat apa-apa melihat ayahnya berlutut seperti itu.

                Mrs.Choi menatap Mr.Im dengan tajam “Ini semua salahmu. Kalau saja kau tidak keras kepala dan menyelesaikan semuanya dengan baik-baik maka semua ini tidak akan pernah terjadi. PERGI !!! AKU TIDAK MAU MELIHATMU!!! CEPAT BAWA DIA DAN HUKUM DIA SEBERAT-BERATNYA” Mrs.Choi berteriak-teriak dan tiba-tiba tubuhnya melemas memaksa matanya untuk terpejam. Leeteuk segera memeluk erat tubuh ibunya itu sebelum jatuh menyentuh tanah. Leeteuk dibantu Mr.Lee segera pergi membawa Mrs.Choi yang pingsan tak berdaya. Sedangkan beberapa polisi itu segera memaksa Mr.Im berdiri dan kembali mengeratkan borgol ditangannya. Mr.Im tertunduk lemas melihat tatapan benci dari beberapa orang disekitarnya itu bahkan istrinya pun tak mau mendaratkan matanya untuk melihatnya sedikitpun.

                “Yoong… Appa minta maaf. Appa benar-benar tidak bermaksud membunuhnya. Percayalah. Appa harap bisa membalas semua perbuatan Appa suatu saat nanti” Mr.Im menyentuh tangan Yoona sambil menangis. Cairan bening itupun semakin mengalir deras dari ujung mata Yoona. Yoona terdiam sejenak lalu memeluk Appanya itu untuk terakhir kalinya sebelum kembali menjalankan hukuman atas perbuatannya. “Taeyeon… Appa minta maaf atas semuanya. Appa sadar bahwa semua perbuatan Appa itu tidak benar. Kau adalah anak Appa yang paling besar. Jaga Omma dan Yoona. Appa akan menebus semua kesalahan Appa saat bebas nanti” Mr.Im melangkah maju untuk memeluk Taeyeon, Taeyeon membalas pelukan Mr.Im dan kembali menangis. Kini Mr.Im melangkah didepan istrinya yang masih menolak untuk menatapnya. “Yeobo… Mianhae” Bisik Mr.Im pelan. “Jangan panggil aku yeobo” Jawab Mrs.Im dingin. Mr.Im melangkah untuk memeluk istrinya tapi Mrs.Im melangkah kebelakang menunjukkan penolakannya secara halus.

                “Apa anda sudah selesai?”Tanya beberapa polisi yang menjaga Mr.Im. “Tunggu sebentar lagi” Mr.Im melangkah mendekati Siwon yang masih berjongkok dan mengelus batu nisan Appanya. “Siwon-ah” Panggil Mr.Im pelan. Siwon mengalihkan pandangannya dan menatap Mr.Im dengan tatapan kosong. “Siwon.. sekarang kau adalah suami Yoona. Appa titipkan Yoona padamu. Appa minta maaf atas semua yang terjadi tapi sungguh Siwon-ah Appa tidak benar-benar membunuh Appamu. Pisau itu belum benar-benar menusuknya lalu Yoonjae sendiri…”

                “CUKUP” Siwon memotong kalimat mertuanya itu lalu menatapnya sambil menangis. “Cukup… Jangan diteruskan lagi. Apapun yang kau katakan tidak akan bisa mengembalikan Appa pada kami. Jika saja hatimu tidak sekeras batu dan merelakan keluarga kita berdamai maka semua ini tidak akan terjadi. Bahkan Appa sudah menerima Yoona dengan hangat tapi kenapa begitu susah untukmu menerimaku? Andai saja sifat pendendammu itu bisa berkurang sedikit saja mungkin hari itu aku tidak akan melihat darah Appa mengalir ditanganku.” Mr.Im terdiam dan kembali meneteskan air matanya menyesali semua perbuatannya.

                “Pergilah. Aku tidak ingin melihatmu. Aku berharap kau akan menjadi orang yang lebih baik suatu saat nanti” Mr.Im terdiam dan berbisik. “Jagalah Yoona, bagaimanapun Yoona dan keluargaku tidak berhak menanggung kematian Appamu” Siwon terdiam dan kembali menatap batu nisan ayahnya. Beberapa polisi itupun akhirnya membawa Mr.Im pergi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

————————————————————————————————————————————-

                Ditemani sinar bulan Siwon dan Yoona kembali kerumah Siwon sedangkan Taeyeon dan Mr.Im kembali kerumahnya sendiri. Beberapa wartawan langsung menyerbu Siwon dan Yoona yang baru turun dari mobilnya. Kilat-kilat jepretan-jepretan sinar foto pun terus menusuk mata mereka. “Choi Siwon bisakah anda menjelaskan peristiwa pembunuhan itu?” Teriak seorang wartawan dibagian kiri Siwon. “Lalu Nona Yoona, apa benar anda telah menikah dengan Choi Siwon?” Teriak seorang wartawan dari kiri Yoona. Siwon hanya diam dan terus menggenggam erat tangan Yoona sambil mencoba melangkah memasuki rumahnya diantara lautan wartawan itu. “Lalu bagaimana perasaan anda mengetahui bahwa anda telah menikahi anak dari pembunuh ayah anda sendiri?” Pertanyaan wartawan yang satu ini berhasil menghentikan langkah Siwon. Jantungnya berdetak kencang dan wajahnya menjadi pucat seketika. “Apa anda masih akan menerima istri anda apa adanya?” Tambah beberapa wartawan secara bergantian.

                Kepala Yoona tertunduk lemas dan punggung tangannya pun sibuk menghapus butiran air mata yang terus mengalir deras dari kedua matanya. Pertanyaan itu pun serasa menusuk jantungnya. Yoona melepas tangan Siwon dan berbisik “Mianhae Oppa” Siwon hanya  terdiam tak membalas. Beberapa orang berbadan kekar pun segera menerobos masuk membelah lautan wartawan itu lalu segera membuka jalan untuk Siwon dan Yoona agar bisa masuk kedalam rumahnya.

                Sudah 3 hari berlalu tapi kata-kata wartawan itu bagaikan sebuah busur yang menancap jantung Yoona dan masih terukir jelas menggores dalam hatinya. Saat ini Yoona tinggal bersama Siwon. Sejak kejadian itu Siwon menjadi jarang sekali berbicara dengan Yoona. Siwon hanya melemparkan senyumannya kearah Yoona tapi Siwon jarang sekali menyentuh Yoona. Yoona memahami hal itu mungkin akan sedikit sulit bagi Siwon untuk menerima semua kejadian ini. Sedangkan kesehatan Mrs.Choi terus saja menurun

                “Omma sudah bangun. Ia mencarimu Yoong” Leeteuk keluar dari kamar ibunya sambil tersenyum hangat kearah Yoona. Yoona hanya mengangguk lalu secara perlahan melangkah masuk kedalam. Dilihatnya Mrs.Choi masih terbaring lemah diatas ranjangnya. Hatinya sedih melihat keadaan ibu Siwon yang menjadi seperti itu akibat perbuatan Ayahnya sendiri. “Yoong… Apa kau akan berdiri disitu terus?” Mrs.Choi melambaikan tangannya kerah Yoona yang masih menundukkan kepalanya dan berdiri terdiam diujung pintu kamarnya.

                Yoona melangkah secara perlahan masih dengan menundukkan kepalanya. Mrs.Choi menarik tangannya untuk duduk dipinggir ranjangnya. Mrs.Choi menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah Yoona. “Jika seperti ini maka wajah menantuku yang cantik ini akan lebih mudah terlihat” Kata Mrs.Choi lembut penuh kasih sayang membuat rasa bersalah dihati Yoona kian membesar. Yoona kembali mengeluarkan cairan hangat dari ujung matanya. “Aigoo kenapa kau menangis?” Yoona semakin terisak dan berbisik lemah “Mianhae Omma atas semuanya” Mrs.Choi menarik tubuh Yoona untuk memeluknya lalu mengelus punggungnya dengan lembut. “Ini bukan salahmu. Kau tidak perlu merasa bahwa semua ini adalah kesalahanmu. Kau tahu Appa Siwon tadi datang dalam mimpi Omma. Dia tersenyum bahagia dan berkata bahwa ia merasa tenang disana. Ia merasa bebas dan lepas dari semua masalah kehidupannya. Lalu Appa Siwon memeluk Omma dengan erat dan tersenyum hangat lalu pergi dengan senyuman diwajahnya. Ia menitipkan Siwon padamu Yoong”

                Yoona hanya mengangguk berusaha menghentikan aliran air matanya. “Kau dan Siwon harus hidup bahagia sepertiku dan Appa Siwon. Hanya maut yang bisa memisahkan kalian. Omma minta maaf karena Omma mungkin tidak akan bisa melihat cucu-cucu Omma. Omma hanya berharap kau bisa tabah menghadapi semua ini.” Suara Mrs.Choi terdengar semakin pelan dan nafasnya pun menjadi tidak beraturan. Yoona menyadari itu dan segera berdiri memanggil Leeteuk tapi Mrs.Choi menahannya. “Omma bertahanlah” Bisik Yoona panik. “Tenang saja aku baik-baik saja. Jangan pergi ,dengarkan permintaan terakhirku dulu” Yoona kembali duduk disamping ranjang Mrs.Choi lalu membelai wajah Mrs.Choi dengan lembut. “Yoong maukah kau menjaga Siwon? Menjadi teman hidupnya selamanya dan yang terpenting adalah Jagalah keluarga kita agar tidak terjadi dendam apapun diantaranya. Omma menyayangimu Yoong. Omma bahagia Siwon mendapatan pendamping hidup sebaik dirimu. Terima kasih…..  Appa Siwon sudah menungguku. Sekarang aku bisa pergi dengan tenang”

                Mrs.Choi tersenyum bahagia dan memejamkan air matanya. Setetes air mata pun mengalir dari ujung matanya membasahi wajahnya yang pucat itu. Yoona menghapus air mata Mrs.Choi dan mengguncangkan tubuh mertuanya. “Omma…” Bisik Yoona pelan tapi Mrs.Choi tidak menjawabnya. “Omma… Jangan lakukan ini.  Aku tidak bisa menghadapi Siwon Oppa dalam keadaan seperti ini. Omma jangan pergi” Dengan tangan bergetar Yoona mencoba meraih tangan Mrs.Choi untuk memeriksa nadinya. “Omma… Hyung… Leeteuk hyung” Teriak Yoona dari dalam. Leeteuk dan Siwon segera memasuki kamar ibunya itu. Wajah Siwon berubah menjadi pucat melihat Yoona memeluk tubuh ibunya itu sambil menangis sedangkan hyungnya itu segera meraih pergelangan tangan ibunya dan memeriksa nadinya. Siwon melihat Leeteuk menggeleng lalu meneteskan air matanya dan segera memeluk ibunya bersama Yoona.

                Dengan langkah gontai Siwon mendekati mereka. Setetes cairan itu akhirnya berhasil mendesak keluar menembus matanya. Semakin dekat Siwon melangkah semakin banyak pula tetesan air mata yang keluar dari ujung matanya. “Hyung kenapa kau memeluk Omma seperti itu? Biarkan Omma tidur. Ia pasti lelah sekali” Kata Siwon pelan. Leeteuk mengalihkan pandangannya kearah adiknya itu dan berkata “Omma sudah tidak ada Won-ah. Omma sudah pergi kau harus merelakannya” Siwon menggeleng dan memeluk ibunya dengan lembut. “Tidak mungkin. Lihatlah hyung Omma tersenyum” Kata Siwon sambil tersenyum sedih. “Yoong apa yang kau lakukan? Kenapa Omma tiba-tiba menjadi seperti ini?” Tanya Siwon kearah istrinya itu. “Mianhae Oppa” Leeteuk memeluk adiknya dan berkata “Ini bukan salah Yoona. Kita harus merelakan Omma pergi Siwon-ah. Biarkan Omma tenang bersama Appa disana”

Untitled (2)

                Hati Yoona terasa sakit melihat Siwon dan Leeteuk yang berpelukan sambil menangis. Leeteuk menyadari Yoona yang terus terdiam tak berani mendekat. Leeteuk segera melambaikan tangannya kearah Yoona dan menariknya ikut masuk kedalam pelukannya bersama Siwon. Akhirnya mereka bertiga menangis bersama meratapi kepergian salah satu orang yang sangat mereka cintai itu.

SKIP >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Yoona POV

                Sudah 3 minggu berlalu sejak kematian Appa dan Omma Siwon Oppa. Kini aku hidup dirumah Siwon Oppa. bersama Leeteuk hyung juga. Kesedihan masih menyelimuti rumah ini dan rasa bersalah pun masih terus bergejolak dalam hatiku. Leeteuk hyung selalu berkata padaku bahwa itu semua bukan salahku,  tapi tetap saja aku tidak bisa membalikkan badanku begitu saja dan menganggap bahwa semua ini tidak ada hubungannya denganku. Bagaimanapun semua kesedihan ini berawal dari peristiwa terbunuhnya Appa Siwon oleh Appaku sendiri. Lalu kematian Omma Siwon pun semakin merenggut kebahagiaan keluarga ini. Tidak bisa dipungkiri bahwa semua itu memberikan efek yang besar diantara hubunganku dan Siwon Oppa. Siwon Oppa menjadi jarang berbicara denganku. Ia terus saja bekerja dan berkata bahwa ia ingin membanggakan Appanya dan memajukan Hyundai seperti impian Appanya.

                Siwon Oppa selalu pulang malam dan pergi pagi-pagi sekali. Tapi aku tidak bisa menyalahkannya karena aku tahu bahwa Siwon Oppa mungkin membutuhkan sedikit  waktu untuk menerima semua ini dan tentunya untuk menerimaku seperti dulu lagi. Tapi berapa lama aku harus menunggunya?Apakah 3 minggu itu belum cukup untuknya? Haruskah aku terus bersabar seperti ini? Menunggunya tiap malam berharap dia akan datang lalu makan malam bersamaku atau setidaknya berharap dia akan datang lalu menyempatkan waktunya untuk memberikan ucapan tidur untukku. Seberapa keras aku berusaha untuk bangun lebih awal tapi tetap saja ia sudah menghilang dari sisiku tanpa mengucapkan sepatah katapun. Sosoknya yang kian menjauh semakin memperlebar kekosongan dihatiku

                Senyuman manisnya pun itu menjadi pemandangan langka untukku. Matanya terus memancarkan kesedihan yang mendalam. Bahkan ia tidak pernah menelefonku hanya untuk sekedar menanyakan kabarku. Apa dia begitu membenciku? Hatiku menjadi sesak dan sakit jika mengingat semua itu. Mataku pun sudah mulai lelah mengeluarkan cairan bening itu. Hubungan kami sudah tidak sehangat dulu. Tapi walau bagaimanapun aku tidak akan bisa meninggalkan Siwon Oppa karena hatiku masih bergetar untuknya. Jauh dilubuk hatiku aku yakin masih ada sedikit sinar dan harapan untuk rumah tangga kami ini. Rumah tangga yang dibangun dengan susah payah dan penuh pengorbanan ini tidak akan kubiarkan runtuh begitu saja. Mungkin aku memang harus bersabar lebih lama lagi dan terus menunggu Siwon Oppa membuka hatinya lagi untukku.

                Tidak terasa sudah lama duduk dibangku taman ini memandangi beberapa anak kecil yang tengah asyik bermain. Aku tersenyum dan menghapus air mataku dengan ujung-ujung jariku. Aku melihat jam tangan yang melingkar ditanganku menunjukkan pukul 4 sore. Aku segera berdiri dan melangkah menuju mobil Mr.Lee yang tengah menungguku diujung sana. Walaupun aku tahu Siwon Oppa tidak akan pulang tapi aku akan tetap berusaha memasak makan malam untuknya. Tiba-tiba aku melihat sesosok pria yang sepertinya tidak asing untukku. Dia sedang bermain-main bersama beberapa anak itu. Pria itu tersenyum kearahku dan melambaikan tangannya. Ia memberikan beberapa balon itu kepada anak disekitarnya lalu berjalan kearahku.

                “Hai Yoong…” Sapa Donghae Oppa lembut. Sudah beberapa minggu tidak melihatnya sepertinya dia sudah berubah. “Hai Oppa” Balasku sambil tersenyum kaku masih sedikit takut jika mengingat kejadian waktu itu. “Ah apa yang kau lakukan disini? Mana Siwon?” Tanyanya bingung sambil mencari keberadaan Siwon Oppa. “Siwon Oppa masih bekerja” Donghae Oppa hanya mengangguk dan terdiam. Aku pun berusaha mencairkan suasana tapi sayangnya tidak ada satupun kata yang muncul dikepalaku. “Yoong Oppa minta maaf atas semuanya. Oppa malu dengan diri Oppa sendiri, Sekarang Oppa sudah merelakanmu dengan Siwon. Oppa akan menjauh darimu. Semoga kau bahagia” Kata Donghae Oppa dengan senyuman tipis dibibirnya. “Kita bisa menjadi sahabat Oppa. Kau tidak perlu menjauh dariku. Aku sudah menganggapmu seperti kakakku sendiri”

                Donghae tersenyum kearahku dan aku dapat melihat ketulusan dimatanya. Sepertinya dia sudah benar-benar merelakanku. “Oppa jika kau ada waktu nanti malam aku mengundangmu untuk makan malam. Apa kau mau?” Donghae Oppa terlihat berfikir sejenak dan berkata “Baiklah. Lagipula Oppa juga berencana untuk meminta maaf pada Siwon. Semoga aku dapat memperbaiki hubunganku dengan Siwon” Aku tersenyum dan mengangguk setuju dengan ide bagus dari Donghae Oppa. “Baiklah Oppa aku akan menunggumu. Sampai jumpa” Aku melangkah pergi dan melambaikan tanganku kearah Donghae Oppa yang tersenyum lebar kearahku. Dari dalam mobil aku masih menatap Donghae Oppa yang tersenyum lebar kearahku berharap bahwa Siwon Oppalah yang berdiri disana dan tersenyum lebar seperti itu. Aku memejamkan mataku dan tersenyum mencoba menguatkan hatiku. Kuambil ponsel dari tas kecilku dan segera kukirim sebuah pesan singkat untuk SIwon Oppa.

Author POV

                “Teng… Teng…” Akhirnya jam dinding kuno bergaya eropa itu pun berbunyi 8 kali menunjukkan pukul 8 malam. Makanan didepan Yoona sudah mulai dingin kehilangan kehangatannya. Yoona menghela nafas panjang dan menahan air matanya agar tidak jatuh membasahi piring kosong didepannya itu. “Oppa kita makan duluan saja. Sepertinya Siwon Oppa sedang sibuk” Yoona tersenyum pahit kearah Donghae yang menatapnya dengan sedih. “Mungkin kita bisa menunggu lebih lama lagi Yoong. Mungkin Siwon sedang berada dijalan” Kata Donghae ceria mencoba memberikan sedikit harapan untuk Yoona. Dari tatapan Yoona dan kejadian malam ini Donghae dapat merasakan bahwa telah terjadi sesuatu diantara hubungan Siwon dan Yoona.

                “Ani… tidak usah Oppa. Lagipula makanan ini sudah mulai dingin. Aku juga sangat lapar, Siwon Oppa tidak akan keberatan jika kita makan duluan” Donghae menatap Yoona dengan sedih dan mengangguk lalu mulai mengambil beberapa makanan didepannya. “Mana Leeteuk hyung?” Tanya Donghae mencoba mengalihkan pikiran Yoona dari Siwon. “Leeteuk hyung ada seminar di luar negeri. Dia sangat sibuk akhir-akhir ini” Donghae hanya mengangguk dan keheningan pun berhasil mengambil alih suasana diantara mereka. Beberapa menit kemudian mereka telah menyelesaikan makanan mereka masing-masing. Donghae dan Yoona berjalan-jalan ditaman belakang rumah Siwon sambil berbincang-cincang. “Terima kasih Oppa telah datang hari ini. Setidaknya kau bisa menemaniku dirumah sebesar ini. Haha… Jadi apa kau sudah menemukan wanita penggantiku?” Donghae terdiam dan tersenyum “Belum ada yang bisa menggantikanmu. Tapi ada seorang wanita yang berhasil menarik perhatianku. Namanya Jessica. Dia sangat cerewet. Haha”

                Yoona tersenyum dan kembali melihat jam ditangannya yang menunjukkan pukul 9 malam. “Jadi apa kau dan Siwon baik-baik saja? Kenapa Siwon belum pulang?” Yoona terdiam merasakan luka dihatinya yang kembali terbuka lagi oleh pertanyaan Donghae. Yoona merasakan kakinya melemas dan ia segera duduk di sebuah bangku didekat mereka. “Aku tidak tahu Oppa… Siwon Oppa menjadi begitu dingin. Aku tidak tahu kapan ia akan pulang. Aku jarang bertemu dengannya. Aku takut Oppa. Bagaimana jika Siwon Oppa membenciku? Apa dia tidak mencintaiku lagi? Atau dia telah menyesal menikah denganku?” Kali ini Yoona tidak sanggup menahannya lagi dan ia mulai terisak. Donghae duduk disamping Yoona dan menatap Yoona dengan sedih. “sshhtt… Jangan berkata seperti itu. Siwon hanya butuh waktu Yoong. Jika Oppa berada diposisinya pun mungkin Oppa akan seperti itu. Semua ini Tidak mudah untuk Siwon Yoong. Tapi Oppa yakin Siwon akan segera kembali” Donghae mencoba menenangkan Yoona dan menepuk-nepuk bahu Yoona.

                Setelah berhasil menenangkan Yoona, Donghae tersenyum dan menghapus air mata Yoona. “Yoong Oppa pulang dulu. Rasanya tidak baik jika seorang pria mengunjungi seorang wanita sampai semalam ini. Hahaha Jaga dirimu baik-baik. Oh Iya makanlah yang banyak, badanmu itu terlihat sedikit kurus. Semoga aura shikshinmu segera kembali. Sampai jumpa” Yoona tersenyum dan memukul bahu Donghae “Aishh kau mau pulang saja cerewet sekali Oppa” Donghae tertawa dan memeluk Yoona untuk terakhir kalinya. Yoona membalas pelukan Donghae dan tersenyum “Gomawo Oppa. Semoga kau bahagia” Donghae tersenyum dan berkata “Semoga kau juga bahagia. Aku tidak sabar melihat Yoona kecil berlari kearahku dan memanggilku Ahjussii” Yoona tersenyum pahit dan berkata “Kau harus menunggu lama untuk itu Oppa” Donghae tersenyum dan berkata “Tidak akan. Aku yakin sebentar lagi akan ada malaikat kecil yang memanggilku paman. Jangan sedih seperti itu. Yang kau perlukan hanya waktu dan kesabaran Yoong. Sampai jumpa” Donghae melambaikan tangannya dan melangkah pergi.Yoona tersenyum lalu melangkah masuk kedalam rumahnya yang sepi itu.

SIWON POV

                Hari ini semua pekerjaanku dikantor selesai. Aku melihat jam ditanganku masih menunjukkan pukul 8 malam. Apa aku harus pulang? Apa aku bisa bertemu Yoona? Kenapa aku menjadi seperti ini? Kenapa aku menjauhinya? Semua ini terjadi bukan salahnya tapi entah kenapa jika menatap wajah Yoona, Kepalaku selalu mengingatkanku mengenai kejadian itu. Bayang-bayang itu selalu muncul ketika mataku menatap matanya. Dan seketika itu juga aku merasa dapat melihat kembali dengan jelas darah Appa ditanganku. “Ah pabooo” Kataku kesal pada diriku sendiri sambil meremas rambutku. Walaupun aku begitu mencintainya tapi aku masih belum bisa menyentuhnya lagi.  “Mianhae Yoong” Aku berharap dapat segera memperbaiki semua sikapku tapi setiap kali aku mencoba, kembali bayang-bayang itu menghantuiku.

                Aku menghembuskan nafas lelahku lalu meraih ponselku dan mataku membulat menyadari ada beberapa pesan singkat dari Yoona sejak beberapa hari yang lalu. Aku membacanya satu persatu

“Oppa apa kau lelah? Bisakah sepulang kerja nanti kau mengantarku kerumah Omma?”

“Oppa bisakah kau pulang cepat hari ini? Aku akan menunggumu Saranghaeyo”

“Oppa hari ini Leeteuk hyung pergi keluar negeri. Bisakah kita pergi bersama? Aku bosan berada sendirian dirumahmu yang besar ini”

“Oppa apa kau marah padaku? Aku minta maaf atas semuanya. Aku akan menunggumu menerimaku lagi. Saranghae”

“Oppa hari ini datanglah untuk makan malam bersama. Donghae Oppa ingin mengatakan sesuatu padamu. Kami menunggumu. Saranghae

                Hatiku tersentuh membaca beberapa sms Yoona yang belum sempat kubaca itu. Mungkin sudah saatnya aku mencoba untuk membuka hatiku lagi untuknya. Aku menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan. Aku pasti bisa melawan semua bayang-bayang itu. Aku kembali menatap layar ponselku ada sebuah nama yang menarik perhatianku. “Donghae? Apa yang ingin dia katakan kepadaku?” Aku tersenyum dan segera meraih jasku dan berjalan keluar ruanganku.

                Setelah beberapa menit mengarungi jalanan Kota Seoul yang sedikit padat ini. Akhirnya aku telah sampai didepan rumahku. Dengan senyuman diwajah aku membuka pintu rumahku dan langsung disambut ceriah oleh beberapa pelayanku. “Mana Yoona?” Tanyaku pada salah satu pelayanku. “Nona ada ditaman belakang” Aku menaikkan alisku sedikit bingung bukankah seharusnya mereka ada di ruang makan tapi kenapa malah ada ditaman selarut ini. Hatiku merasa sedikit tidak enak tapi sepertinya ini juga salahku sendiri yang terlambat datang. Mungkin mereka sudah makan duluan. Aku melepas jasku dan segera berjalan menuju taman dibelakang rumahku. Kulihat sesosok wanita tengah berpelukan dengan seorang namja. “Apa itu Yoona dan Donghae?”        Hatiku sakit menyadari bahwa sesosok pria dan wanita itu benar-benar Yoona dan Donghae. Donghae memeluk Yoona dan istriku pun membalas pelukan itu sangat dalam. Impianku untuk memeluk Yoona dan meminta maaf padanya pun hancur berkeping-keping melihat semua drama mereka. Donghae melambaikan tangannya kearah Yoona dan berjalan pergi menuju pintu keluar yang lain. Sedangkan Yoona tidak memalingkan pandangannya dari Donghae sampai Donghae benar-benar hilang dari pandangannya. Aku mengepalkan tanganku dan kembali memakai jas ditanganku. “Tuan anda mau kemana?” Tanya salah satu pelayanku. “Aku ada urusan sebentar. Jangan beritahu Yoona bahwa aku pulang” Aku tahu Yoona tidak mungkin selingkuh dariku tapi tetap saja aku tidak bisa bertemu Yoona dengan emosi seperti ini

———————————————————————————————————————————

Author POV

                Dengan baju tidur yang membalut tubuhnya, Yoona terbaring sambil menatap daerah kosong disampingnya. Sudah pukul 12 malam tapi namja yang ditunggu-tunggunya itu pun belum juga menampakkan wajahnya. Yoona kembali menghela nafas. “Oppa apa kau akan terus membuatku menunggu seperti ini sampai akhir hidupku?” Tanya Yoona sedih pada dirinya sendiri. Kepalanya terasa begitu berat. Tapi matanya tetap menolak untuk terpejam. Tiba-tiba Yoona mendengar suara pintu terbuka. Dengan cepat ia memejamkan kedua matanya. Siwon melepas dasi dan jasnya juga sabuk yang mulai membuat kulitnya iritasi akibat tak pernah dilepas. Siwon melangkah masuk sambil meregangkan seluruh otot-ototnya.

                “Arrgghhh…” Ucap Siwon merasakan tulang-tulangnya bergeser memberikan sedikit rasa ngilu dipunggungnya. Siwon berbaring disamping Yoona dan menatap setiap inchi wajahnya tanpa terlewati sedikitpun. “Selamat tidur” Ucap Siwon sambil mendekatkan wajahnya untuk mencium Yoona. Tapi belum sempat ciuman itu terjadi kembali muncul bayangan-bayangan kematian ayah dan Ibunya, membuat Siwon terkejut lalu segera mengurungkan niatnya untuk mencium istrinya itu.

                Keringat dingin mengalir dari ujung rambutnya. Siwon meremas rambutnya dan berkata frustasi “Sial kenapa bayangan itu terus muncul dikepalaku. Akhh… kenapa aku tidak bisa melupakan semua itu. Kenapa semua ini harus terjadi pada kita Yoong?” Siwon menghempaskan tubuhnya diatas sofa itu lalu memejamkan matanya sambil memijat kepalanya. Tiba-tiba Siwon merasakan seseorang menyentuh wajahnya. Tangannya terasa begitu hangat, Siwon membuka matanya dan tersenyum kearah istrinya itu. “Oppa… kau kemana saja?” Tanya Yoona pelan sambil memeluk Siwon. Siwon segera melepas pelukan Yoona dengan cepat bagaikan api telah menyentuh tubuhnya. “Dari kantor Yoong. Oppa mandi dulu” Jawab Siwon dingin dan segera berjalan menuju kamar mandi.

                “Oppa apa kau akan terus menjauhiku seperti ini? Sebenarnya apa yang kau inginkan Oppa? Kau bahkan tidak rela meluangkan waktumu untuk memelukku? Sebenarnya kau menganggapku apa Oppa? Aku adalah istrimu tapi aku tidak pernah mendapatkan sedikitpun waktumu. Aku menunggumu setiap malam berharap kau akan datang dan memeluk tubuhku hangat. Aku selalu berusaha bangun sepagi mungkin berharap masih bisa bertemu denganmu dan berbicara sedikit denganmu” Yoona kini tidak bisa menahan lagi kesabarannya. Air matapun mengalir semakin deras dari kedua matanya. Siwon menatap Yoona dengan sedih. “Mianhae Yoong Oppa tidak bermaksud seperti itu. Oppa sangat mencintaimu”

                “Tidak. Jika Oppa mencintaiku Oppa tidak akan memperlakukanku seperti orang asing. Jika Oppa mencintaiku maka Oppa akan selalu berada disisiku setiap malam. Tapi kau tidak ada Oppa. Kau tidak pernah ada. Aku tahu Oppa kau masih tidak bisa menerimaku akibat semua kejadian itu. Aku memberimu waktu Oppa tapi kau tidak pernah membuka lagi hatimu untukku” Yoona menangis dan memalingkan wajahnya dari Siwon lalu jatuh terduduk diranjangnya.

love-rain_Jang-Geun-Seok_Yoona-SNSD

                “Yoong Bukan begitu Oppa tidak pernah menyalahkanmu. Hanya saja…” Siwon mencoba menghampiri Yoona yang menangis sambil membenamkan wajahnya diantara kedua tangannya. “Hanya saja apa Oppa? Hanya saja kau tidak bisa menerimaku lagi kan? Kau tidak mencintaiku lagi kan? Kau tidak sanggup hidup dengan anak dari pembunuh ayahmu. Iya kan Oppa?” Siwon terdiam mendengar perkataan Yoona. Siwon menatap Yoona sedih berusaha menemukan kata-kata yang tepat. Tiba-tiba Yoona berdiri dan membuka lemarinya lalu mengambil beberapa pakaiannya. “Yoong apa yang kau lakukan?” Tanya Siwon panik. Tiba-tiba pusing dikepala Yoona semakin menjadi-jadi. Yoona memijat kepalanya sejenak dan menggeleng-gelengkan kepalanya berharap kepalanya akan bersahabat dengannya sekarang.

                “Yoong kau mau kemana?” Tanya Siwon sekali lagi. “Aku ingin pergi Oppa. Jika kau tidak sanggup hidup denganku maka aku akan pergi sekarang juga. Terima kasih untuk semuanya Oppa tapi aku tidak bisa terus menunggumu seperti ini” Yoona menutup tasnya dan melangkah pergi tak menghiraukan sakit dikepalanya yang kian terasa. Dengan cepat Siwon menahannya dan seketika tangan Siwon menyentuh tangan hangat Yoona, wajah Siwon berubah menjadi panik. “Yoong badanmu panas. Apa kau tidak apa-apa? Jangan pergi seperti ini Yoong. Oppa tidak bisa hidup tanpamu” Bujuk Siwon sambil memeluk Yoona. Dengan cepat Yoona melepas pelukan Siwon dan berkata dengan penuh amarah “Tidak bisa hidup tanpaku? Oppa sadarlah kau sudah berhasil hidup tanpaku selama ini. Kau bahkan hanya menganggapku seperti patung yang menghiasi rumahmu kan? Kau hanya menganggapku seperti boneka tak hidup yang terus menganggu hidupmu.”

                “Apa semua ini karena Donghae? Apa kau sekarang lebih memilihnya? Kau belum puas berpelukan dengannya?” Kali ini Siwon ikut emosi. Yoona ingin berteriak kearah Siwon tapi langkah nya menjadi gontai kekanan. Tiba-tiba kakinya terasa begitu lemas. Siwon segera membantu Yoona berdiri tapi Yoona menolak bantuan Siwon. “Terserah Oppa… aku lelah dengan semua ini” Teriak Yoona yang terakhir meluapkan segala emosinya. Air matanya pun mengalir semakin deras. Dengan sekuat tenaga Yoona berjalan kearah pintu kamarnya. Sakit dikepalanya kembali menyerangnya dan kali ini berhasil merenggut kesadarannya. “Yoong… Yoong bangun” Yoona dapat mendengar teriakan panik dari suaminya itu tapi bibirnya terlalu lemah untuk membalas dan matanya pun akhirnya memilih untuk terpejam menutup diri dari dunia nyata.

———————————————————————————————————————————

                “Tuan apa yang terjadi?” Tanya seorang suster dirumah sakit itu. “Aku tidak tahu tiba-tiba istriku pingsan, cepat tolong dia” Suster itu menatap Siwon dengan wajah terkejut “Mwo? Bukankah anda adik Dr.Leeteuk?” Siwon mengangguk. “Sudahlah cepat selamatkan istriku” Beberapa petugas rumah sakit yang lain segera menolong Yoona. Siwon mengikuti mereka dengan wajah panik dokter wanita itu memeriksa tubuh Yoona dengan seksama. Tiba-tiba ia tersenyum. “Tuan Choi” Panggil dokter itu. Siwon segera beralih dari sisi Yoona dan duduk didepan dokter itu. “Apa terjadi sesuatu? Badannya terasa panas dan sepertinya kepalanya itu terlihat sakit. Bagaimana keadaan Yoona?” Tanya Siwon panik.

                Dokter itu melemparkan tatapan kesal kearah Siwon membuat Siwon semakin panik. “Maaf Tuan Choi tapi sebagai suami yang baik seharusnya kau tidak membiarkan istri anda dalam kondisi stress seperti itu. Anda pasti tahukan bahwa stress itu berakibat buruk bagi istri anda maupun bayi dalam kandungannya?” Siwon terdiam dan menatap dokter itu dengan mulut terbuka. “Huh? AKu tidak mengerti” Dokter itu menghela nafas panjang dan menggeleng kearah Siwon. “Anda tidak tahu? Istri anda positif mengandung. Kalau begitu saya ucapkan selamat” Siwon masih terdiam tanpa ekspresi. “Huh? Apa? A..Apa kau bercanda? Berapa usia kandungannya?”

                “ 4 minggu. Saya akan menuliskan beberapa obat untuk nyonya Choi. Ingat anda tidak boleh membuatnya stress” Siwon segera berdiri dan menatap wajah Yoona dengan penuh kebahagiaan. Rasanya seperti berjuta-juta bunga telah tumbuh dan mekar dihatinya. Siwon mengecup dahi Yoona dengan lembut lalu beralih mencium perut datar Yoona. “Saranghae Im Yoona”

                Yoona telah dipindahkan kekamar perawatannya untuk sementara sambil menunggu kesadarannya kembali. Siwon terus menggenggam erat tangan Yoona. Senyuman pun terus mengembang diwajahnya. Siwon menyentuh lembut perut datar Yoona. Semua ini terasa seperti keajaiban baginya. Setidaknya sedikit sinar harapan pun kembali muncul diantara mereka. Perlahan Yoona mulai membuka matanya. Pupilnya membesar dan kembali mengecil mencoba beradaptasi dengan cahaya ruangan itu. Yoona menatap Siwon masih dengan wajah kesal bercampur sedih. Saat ini Yoona tengah menatap Siwon yang terus meletakkan tangannya diperutnya. Yoona merasa aneh dengan perlakuan Siwon, ia segera melepas tangan Siwon dari perutnya. “Yoong kau sudah bangun?” Tanya Siwon penuh rasa cinta, Yoona melepas genggaman tangan Siwon. Siwon mengerti semua itu dan tidak protes dengan perlakuan Yoona.

                “Yoong… Mianhae. Jeongmal mianhae. Oppa tidak bermaksud menjauhimu, hanya saja setiap kali Oppa ingin menyentuhmu tiba-tiba bayang-bayang itu selalu muncul tiba-tiba. Oppa berjanji akan selalu berada disisimu Yoong. Percayalah” Yoona masih mengalihkan pandangannya kearah lain tak mau menatap wajah suaminya. Air matanya menetes sekali lagi mewakili perasaannya yang masih sakit. “Oppa aku ingin tinggal bersama Taeyeon dan Omma” Kata-kata Yoona barusan seperti sebuah meriam meledak dan menghantam hatinya. Bagaimana mungkin Siwon membiarkan Yoona pergi dalam keadaan seperti ini.

                “Yoong… Oppa mengerti jika kau masih marah tapi Oppa mohon jangan pisahkan Oppa dengan buah cinta kita.” Yoona membulatkan matanya seketika dan menatap mata merah Siwon dengan wajah terkejut. “Mwo? Anak? Anak siapa?” Siwon tersenyum dan kembali membelai perut datar Yoona dengan lembut. “Tentu saja anak kita. Didalam sini malaikat kita tengah tumbuh dengan baik Yoong. Kita berhasil menciptakan salah satu Yoona kecil dan Siwon-siwon junior kita yang pertama”Siwon memeluk Yoona tapi Yoona tidak membalas pelukan Siwon. Yoona terus menatap dingin Siwon. “Ini tidak akan mengubah keputusanku Oppa” Kali ini hati SIwon seakan benar-benar terbelah menjadi dua.

                “Yoong… Oppa mohon jangan lakukan ini. Oppa tidak memiliki siapa-siapa lagi. Appa sudah pergi lalu Omma pun ikut pergi. Leeteuk hyung pun juga sangat sibuk dengan pekerjaannya. Apa kau tega memisahkan ayah dan anaknya? Apa kau tega Yoong membiarkannya hidup tanpa seorang ayah? Oppa mohon jangan menghukum Oppa dengan cara seperti ini. Oppa tidak mau kehilangan siapa-siapa lagi. Oppa minta maaf sekali lagi Yoong” Siwon benar-benar terisak dan membenamkan wajahnya diatas kasur rumah sakit itu. Yoona tertawa dan meremas rambut Siwon dengan tangan kanannya. “Siwon Pabooo… Kau menyebalkan Oppa. Walaupun kau telah menyakitiku begitu dalam tetap saja hatiku selalu menunggumu dan memaafkanmu. Jika sekali lagi kau melakukan ini, aku benar-benar tidak akan memaafkanmu”

                Siwon menghapus air matanya dan mendarat ciumannya dengan lembut di bibir Yoona. “Aishhh lihatlah… Appamu benar-benar mesum” Kata Yoona sambil mengelus perutnya. “Hahaha biar saja, Appa seperti ini karena Ommamu ini sangat menggemaskan. Semoga kau menjadi anak yang baik dan tidak shikshin seperti Omma” Yoona memukul kepala Siwon tapi Siwon malah menyerbu Yoona dengan ciumannya. “Saranghae Choi Yoona” Yoona tersenyum “Saranghae Choi Siwon”

SKIP 8 bulan kemudian  ——————————————————————————————————

                “Omo? Baby bisakah kau berhenti menendang perut Omma. Sepertinya kau akan menjadi pemain sepak bola yang hebat” Yoona tertawa kecil sambil mengelus perutnya yang besar itu. Sekali lagi Yoona merasakan tendangan kecil dibagian perutnya. “Apa jadi kau setuju menjadi pemain bola? Hmm sepertinya Appa juga tidak keberatan dengan itu. Hahaha jadi kau setuju?” Tanya Yoona lagi dan kembali mendapatkan tendangan kecil sebagai respon dari anaknya itu. Siwon tertawa kecil melihat Yoona yang berbicara sendiri seperti itu. Ia segera menghampiri Yoona dan mencium perut Yoona dengan penuh kasih sayang. “Aigoo bagaimana kabar anak Appa?” Yoona tersenyum dan berbisik dengan wajah polosnya “Dia ingin menjadi pemain bola” Siwon tertawa mendengar kata-kata Yoona. “Heh? Hahaha dari mana kau tahu yeobo? Kau ini benar-benar Hahaha” Yoona dan Siwon tertawa bersama. “Jadi kapan anak kalian akan lahir Yoong?” Tanya Donghae dan Jessica mendekat masih dengan gaun pengantin mereka masing-masing.

                “Entahlah dia terus menendang sepertinya dalam beberapa hari lagi. Selamat ya Oppa” Kata Yoona tersenyum bahagia. “Selamat juga untukmu Jessica” Kata Siwon menambahkan. Leeteuk dan Taeyeon pun ikut menghampiri mereka. “Hmm jadi kapan Leeteuk hyung akan melamarmu eonni?” Goda Yoona yang langsung mendapatkan death glare dari Leeteuk. “Anii aku tidak tahu… Haha  sepetinya namja ini memang suka sekali menguji kesabaranku” Kata Taeyeon sambil tertawa. “Hahaha tunggu saja Yoong, aku tidak akan membiarkan keponakanku ini bermain sendirian Hahaha” Mereka semua tertawa bersama  penuh kebahagiaan. Akhirnya semua cobaan itu telah berlalu. Donghae sudah berhasil melupakan Yoona dan menikah dengan Jessica sedangkan Leeteuk pun sudah menjadi tunangan Taeyeon

                “AAKhhhgghh” Teriak Yoona tiba-tiba sambil memegang bagian bawah perutnya. Mereka menjadi panik. “Yoong ada apa?” Tanya Siwon khawatir sambil membantu Yoona menyeimbangkan tubuhnya. “Ahkk sakit sekali Oppa.” Jawab Yoona sambil menggigit bagian bawah bibirnya. Leeteuk segera memeriksa Yoona dan tersenyum “Sepertinya sebentar lagi kau akan menjadi Appa Siwon-ah. Cepat bawa Yoona kerumah sakit” Taeyeon memukul bahu Leeteuk “Mwo? Apa kau bercanda? Bukankah seharusnya masih beberapa hari lagi?”

                Siwon dibantu Leeteuk dan Taeyeon segera membawa Yoona pergi dari pesta pernikahan Donghae. “Oppa Mianhae karena mengganggu acara pernikahanmu” Donghae tertawa “Ani… tidak masalah . Won-ah cepat bawa Yoona. Jangan lupa kabari kami jika anak kalian sudah lahir” Jessica dan Donghae mengantar Yoona ke mobil dan melambaikan tangannya. “Hati-hati”

 SKIPP

                “Ayo Nyonya Choi anda pasti bisa. Tinggal satu kali dorongan. Berjuanglah” Dokter itu tersenyum kearah Yoona. “Yeobo kau pasti bisa… Dorongan terakhir berjuanglah” Ucap Siwon menghapus keringat didahi istrinya itu. “Pabooo ini semua gara-gara kau Choi Siwon… Ughhkkk aku tidak akan memaafkanmu” Yoona menarik rambut Siwon sedangkan Siwon hanya pasrah atas segala perlakuan istrinya itu. Bajunya telah berubah menjadi berantakan dan Siwon yakin saat ini puluhan rambutnya telah rontok akibat ditarik oleh istrinya itu. Yoona mengeluarkan sisa tenaganya dan akhirnya suara tangisan bayi itupun pecah. Siwon mencium dahi Yoona begitu juga Yoona yang menghempaskan tubuhnya kembali keatas ranjang itu. “Selamat bayi laki-laki anda benar-benar sehat Tuan” Beberapa suster itu segera membersihkan bayi mereka.

                Siwon kembali ke sisi Yoona dan menyapu bibirnya dengan penuh rasa cinta. “Kau berhasil yeobo. Terima kasih” Yoona tersenyum lega kearah Siwon “Maaf Oppa karena telah menarik-narik rambutmu Hehe” Siwon tertawa “Tidak masalah. Jika kau melahirkan lagi sepertinya Oppa harus membuat kepala Oppa menjadi botak terlebih dahulu. Hahaha”

images

                “Tuan apa anda mau menggendongnya?” Siwon menatap anaknya dengan penuh rasa kagum sekaligus bangga. Makhluk dengan tangan kecil itu adalah darah dagingnya. Ia masih tidak percaya bahwa saat ini ia telah menjadi seorang ayah. “Ne. Tapi pelan-pelan saja” Ucap Siwon khawatir. Suster itu memberikan bayi itu kedalam pelukan ayahnya dengan lembut. Keringat dingin mengalir dari ujung rambut Siwon. Tangannya bergetar hebat merasakan kehangatan anaknya menyentuh bagian tangannya. Siwon menatap bayi kecil dalam pelukannya itu dengan bahagia. “Aigooo dia sangat tampan sepertiku” Kata Siwon yang disambut oleh tawa dari Yoona juga suster-suster disekitar mereka. “Hai aku adalah Appamu. Kau tahu Appa akan selalu mendukung setiap keputusanmu. Appa sangat menyayangimu” Siwon mencium bayinya dengan lembut. “Sekarang Appa akan memberikanmu pada Omma yang telah susah payah melahirkanmu”

                Siwon tersenyum kearah Yoona dan memberikan bayi itu kedalam gendongan Yoona. Yoona meneteskan air mata bahagianya lalu memeluk anaknya itu dengan penuh kasih sayang. Bayi itu membuka matanya dan tersenyum kearah Yoona. Seketika itu juga Yoona merasakan ikatan kuat diantara mereka. “Yeobo apa kau ingin memberinya nama?” Yoona tersenyum. “Aku akan memberinya nama Choi Yoonjae”

                “Kau tidak perlu memberinya nama yang sama dengan Appa. Kita harus maju yeobo kita tidak boleh mengaitkan masa lalu yang kelam itu dengan anak kita” Yoona tertawa dan berkata “Hmm baiklah kalau begitu aku akan memberinya nama Choi Minwoo” Siwon tersenyum dan mengangguk setuju. Siwon duduk disamping ranjang Yoona dan memeluk keluarga kecilnya itu. Tiba-tiba Leeteuk dan Taeyeon masuk. “Omo? Lucu sekali” Teriak Taeyeon langsung menghampiri Yoona. “Hahaha Siwon-ah apa yang terjadi denganmu? Kau terlihat seperti baru keluar dari kandang macan?” Leeteuk menertawakan penampilan Siwon yang berantakan itu. “Aisshh diamlah hyung”

                “Jadi siapa nama keponakanku yang lucu ini? Hmm dia begitu mirip denganmu Won-ah tapi sepertinya dia mewarisi mata Yoona Hahaha dia lucu sekali” Siwon tertawa bangga dan berkata “Tentu saja dia mirip denganku. Dia masih kecil tapi sudah mewarisi ketampananku Hehe” Yoona, Leeteuk dan Taeyeon tertawa bersama.

5 tahun kemudian ————————————————————————————————–

        images 3w424

        “Omma untuk apa kita pergi kesini?” Tanya Minwoo digendongan Yoona. “Kita akan bertemu kakek” Jawab Siwon sambil mengelus puncak kepala anaknya itu. Hari ini Siwon dan keluarga kecilnya itu mengunjungi Mr.Im yang masih menjalani hukumannya dipenjara. Beberapa saat kemudian polisi itu keluar bersama Mr.Im yang tersenyum bahagia melihat Minwoo. “Minwoo kau sudah besar ya?” Mr.Im langsung memeluk Minwoo dengan erat. Minwoo hanya terdiam. “Minwoo ini adalah kakekmu” Minwoo tersenyum dan membalas pelukan Mr.Im.

                “Aigoo dia sudah besar. Bagaimana kabar kalian?” Siwon dan Yoona tersenyum dan berkata “Baik Appa terima kasih” Yoona memeluk Appanya sedangkan Siwon masih sibuk menggendong anaknya. “Siwon-ah Appa minta maaf” Siwon tersenyum kearah Appa Yoona “Semua sudah berlalu. Kami semua sudah melupakan semua kejadian itu. Yang terpenting sudah tidak ada dendam lagi diantara keluarga kita”  Siwon menurunkan Minwoo dan memeluk Mr.Im “Jaga dirimu baik-baik Appa” Setelah beberapa lama berbincang akhirnya tiba saatnya untuk mereka pulang. “Appa jaga dirimu baik-baik kami pergi dulu” Yoona tersenyum dan memeluk Mr.Im. Siwon dan Yoona melangkah pergi tiba-tiba Minwoo ingin turun. Minwoo berlari kearah Mr.Im dan mencium wajahnya “Sampai jumpa kakek” Kata Minwoo lalu segera berlari kearah orangtuanya lagi. Mr.Im meneteskan air matanya terharu melihat keluarga kecil anaknya itu.

                “Appa kali ini kita akan kemana lagi?” Tanya Minwoo kesal. “Kita akan mengunjungi kakek dan nenek” Minwoo kembali bertanya dengan wajah polosnya “Mwo kakek lagi? Berapa kakek yang aku punya?”  Yoona menncium dahi anaknya itu dengan gemas dan berkata “Minwoo kau baru berusia 5 tahun tapi sudah cerewet sekali” Siwon tertawa dan berkata “Bukankah dia mewarisi sifatmu Yoong? Hahaha”

                Siwon dan keluarga kecilnya pun mengunjungi makam Mr.Choi dan Mrs.Choi yang terletak berdampingan. “Appa Omma hari ini aku membawa istriku yang cantik dan tentu saja cucumu yang sangat menggemaskan ini. Dia sudah besar sekarang” Kata Siwon bangga. “Ne Omma, Minwoo sangat mirip dengan Siwon Oppa. Hahaha kami sudah hidup bahagia sekarang Appa, Omma. Terima kasih atas semuanya” Yoona tersenyum senang dan memeluk erat Minwoo. Minwoo meletakkan serangkaian bunga diatas kedua makam kakek neneknya itu. “Omma… Lapar” Rengek Minwoo membuat Siwon tertawa. “Aigooo anak Appa shikshin sekali. Bukankah kau baru saja makan Minwoo?” Minwoo hanya tertawa dan menarik-narik baju Yoona. “Yeobo aku juga lapar” Bisik Yoona pelan.

                “Mwo? Hahaha Ibu dan anak sama saja. Baiklah Omma Appa sepertinya kami harus pergi dulu. Menantu dan cucumu yang shikshin ini sudah kelaparan. Hahaha” Siwon memberikan penghormatan terakhirnya sebelum melangkah pergi bersama keluarga kecilnya itu.

                Hari tengah menjadi gelap matahari pun sudah lama tenggelam dalam peraduannya. Kini hanya sinar bulan yang menemani Siwon dan Yoona dikamarnya. Yoona tengah berbaring sambil membaca sebuah buku diatas ranjangnya. Perlahan Siwon mulai berbaring dan mendekati Yoona. “Yeobo kau sangat cantik malam ini” Bisik Siwon sambil menghujani leher Yoona dengan ciumannya. “Yeobo biarkan aku membaca ini sebentar” Bisik Yoona sambil mencubit lengan Siwon. Siwon tidak menyerah begitu saja. Direbutnya buku Yoona lalu melemparnya kelantai. Siwon kembali menghujani Yoona dengan ciumannya. “Baiklah Tuan Choi karena kau tidak mau bersabar maka kau harus menanggung akibatnya” Dengan cepat Yoona berbalik menindih tubuh Siwon. “Minwoo sudah tidur?” Bisik Yoona ditelinga Siwon sambil mencium bibir Siwon. Siwon hanya mengangguk dan berbalik membalikkan tubuh Yoona dibawah.

                “Minwoo sudah tertidur pulas” Siwon berniat mencium Yoona tapi Yoona menahan bibir Siwon dengannya. “Yeobo apa lagi?” Tanya Siwon frustasi. Yoona tertawa menjepit hidung Siwon dengan jari-jarinya. “Hmm… Yeobo… sebenarnya…” Yoona mendekatkan wajah Siwon dan berbisik ditelinganya. Wajah Siwon berubah menjadi terkejut lalu kembali menyerbu Yoona dengan ciumannya. Tangan Siwon menyentuh perut Yoona dengan lembut. Siwon dan Yoona tersenyum bahagia diantara ciuman mereka . “Aku tidak sabar menunggu Minwoo kedua kita. Gomawo yeobo… Saranghae Choi Yoona” Yoona tersenyum dan kembali melanjutkan aktivitas malam mereka. Akhirnya tidak ada permusuhan lagi diantara keluarga Siwon dan Yoona. Mereka hidup bahagia selamanya

wink

FINISH———————————————————————————————————————–

               choi-siwon-and-yoona

Hehehe gimana? Akhirnya ff ini selesai juga Hehehe Chapter terakhir ini adalah chapter tercepat yang pernah author update. Author minta maaf ya kalau dalam pembuatan ff ini banyak buanget typo dan sering bikin kesel reader karena harus nunggu lama. Hehe…

                Author mau curhat dikit. Jadi sebenernya ff ini author buat setahun yang lalu dalam keadaan galau banget. Alhasil ffnya juga ikutan galau banget. Pada awalnya author udah pengen bikin ff ini sad ending tapi karena comment reader semua yang pengen happy end jadi author mengurungkan niatnya. Hahahaha Hufft cukup lelah bikin ff pertama ini disela-sela jadwal sekolah author yang padet banget tapi berkat comment reader semua berhasil ngasih author semangat untuk ngelanjutin ff ini.  Okay terima kasih ya buat semua reader baik yang udah ninggalin jejak ataupun yang belum. Jangan lupa comment dichapter terakhir ini Gomawo 🙂

Advertisements

63 comments

  1. Eonni vhirgi · May 26, 2014

    Its graet

  2. arahajeng · June 4, 2014

    Yey! Endingnya bahagia semuanyaaaaaa!!
    Walaupun eomma nya Siwon harus menyusul appa nya Siwon!
    Minwoo mau punya adik hehe =D
    Ditunggu FF lainnya!

  3. ayu · October 17, 2014

    happy ending. nice

  4. raratya19 · November 27, 2014

    Aaaaaaaa keren, sumpah sampai nangis baca part siwon dan yoona yg renggang,, ayooooooooo eon bikin sequel nya hehehehe

  5. jenriz · December 21, 2014

    keren hehehehehehe

  6. Choi Han Ki · December 26, 2014

    Wah akhirnya happy ending yoonwon punya anak yg sangat lucu wkwkkw… Walaupun awalnya siwon masih susah menerima yoona krn bayang2 kematian ayahnya tapi sekarang dah bahagia… Gomawo

  7. yulisa · February 13, 2015

    kangen ff ini,jd bca lgi.. >< thor dlu aku pke id name n email bda. tlg aprove komenku yang skrg ya 😀

  8. elly reza · February 13, 2015

    Aigooo…jd ny bakal ad minwoo junior lg 😛

  9. jessica sonelf · February 15, 2015

    Huwaaaa terharu liat keluarga yoonwon akhirnya bahagia juga dengan minwoo 🙂
    daebaakk thor.. endingnya bner2 memuaskan hehe gomawo 🙂
    ditunggu ff author lainnya yaa…
    Fighting 😀

  10. Unhibitedly · June 24, 2015

    walaupun hubungan yoonwon sempet merenggang, tapi akhirnya mereka bisa bersatu dan bahagia kembali,,, apalagi ada minwoo,,,hoho ending ceritanya bagus, ditunggu karya ff nya yang lain yang gak kalah keren 😀

  11. mywon_407 · June 26, 2015

    Akhirnya happy ending….

  12. nytha91 · July 23, 2016

    Yeay happy ending..feelnya baca ff ini naik turun bgt thor heheheh…tp kasian jg sama mr. Im padahal dy engga ngebunuh..egois sih..semoga anak kedua yoonwon cewek heheheh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s